Image of Perspektif Feminisme Dalam Ilmu Hubungan Internasional: Studi Kasus Pasukan Bersenjata Perempuan Kurdi (Pasukan Peshmerga) di Irak Tahun 2014

Skripsi

Perspektif Feminisme Dalam Ilmu Hubungan Internasional: Studi Kasus Pasukan Bersenjata Perempuan Kurdi (Pasukan Peshmerga) di Irak Tahun 2014



ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji mengenai perspektif feminisme dalam studi Ilmu HI dengan studi kasus pasukan bersenjata perempuan Kurdi (pasukan Peshemerga) di Irak tahun 2014. Feminisme dalam kajian Ilmu HI dipahami sebagai kajian tentang kesetaraan gender di dunia. Dalam isu high politic Ilmu HI membahas mengenai isu perang dan konflik. Dalam perang ataupun konflik terdapat pahlawan dan korban ataupun subjek dan objek dalam keberlangsungannya. Permasalahan utama adalah banyaknya stereotif yang memandang perempuan adalah objek dan laki-laki adalah subjek. Padahal keduanya adalah warga negara yang memiliki kewajiban
yang sama dimata negara. Penelitian ini berfokus pada pandangan feminisme dalam konflik/perang, fakta perempuan terlibat dalam wilayah konflik/perang sebagai kombatan. Diambil sampel pasukan perempuan Peshmerga Kurdi di Irak dalam melawan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isu gender dalam hubungan internasional dan menganalisa isu-isu konflik maupun perang yang lebih peka terhadap gender tanpa kekurangan sumber data atas peran kedua gender yang ada di dunia ini. Peneliti menggunakan metode kualitatif dimana hasilnya lebih menekankan pada makna, analisis datanya besifat induktif yang kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis atau teori. Teknik pengumpulan data dengan mengambil data primer (wawancara) dan data sekunder (media buku, jurnal, dan sumber online). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah feminisme dibidang kemiliteran kurang relevan dalam kajian Ilmu HI karena dilihat dari studi kasus pasukan perempuan Peshmerga, mereka memberikan konstribusi untuk negara dan juga bagi gerakan feminisme, tetapi karena negara Irak menganggap pasukantersebut bukan pasukan formal dan juga kaum Kurdi tidak memiliki tempat di hati Irak, sehingga apapaun konstribusinya terhalang oleh kepentingan aktor negara.

Kata kunci: feminisme, gender, Peshmerga, Kurdi, Ilmu Hubungan Internasional


Ketersediaan

01081602190034327 MAY pPerpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
327 MAY p
Penerbit HI - FISIP Unjani : CIMAHI.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
327
Tipe Isi
text
Tipe Media
digital
Tipe Pembawa
computer disc
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this