Detail Cantuman
Advanced SearchArtikel Mahasiswa
Gambaran Serumen Pada Siswa Berkebutuhan Khusus Di Slbn-A Padjajaran Bandung
ABSTRAK
Serumen adalah hasil sekseri kelenjar sebasea dan kelenjar seruminosa yang terdapat di kanalis akustikus eksternus (KAE). Serumen memiliki beberapa fungsi salah satunya sebagai pelumas untuk mencegah pembentukan fisura epidermis. Namun serumen yang terlalu menumpuk dapat mengakibatkan penyumbatan serumen, maka pendengaran pun akan terganggu. Menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan 32 juta anak-anak di dunia mengalami gangguan pendengaran. Anak tunanetra memiliki keterbatasan dalam pengalaman dan kemampuan, menemukan sesuatu dan berinteraksi dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data epidemiologi mengenai karakteristik serumen pada siswa SLBN-A Padjajaran Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain cross sectional, pengambilan sampel pada 54 siswa dengan cara total sampling. Hasil penelitian didapatkan 30 (56%) anak dengan sumbatan serumen. Kelompok usia yang memiliki sumbatan serumen adalah 12 – 16 tahun (43%). Siswa berjenis kelamin laki-laki lebih banyak mengalami sumbatan serumen yaitu 20 anak (67%). Serumen dengan konsistensi kering dan basah ditemukan pada siswa SLBN-A Padjajaran Bandung dengan persentase 50% : 50%. Warna serumen terbanyak pada siswa SBLN-A Padjajaran Bandung adalah warna kuning dengan jumlah 13 anak (43%). Sumbatan parsial bilateral merupakan jenis sumbatan serumen terbanyak yang terdapat pada siswa SLBN-A Padjajaran Bandung dengan jumlah 18 anak (60%). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa jenis kelamin laki- laki lebih banyak mengalami sumbatan serumen namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan serumen. Kelompok usia terbanyak mengalami sumbatan serumen adalah 12-16 tahun yang merupakan masa remaja, namun menurut studi kasus lain kelompok usia terbanyak yang mengalami sumbatan serumen adalah masa anak-anak atau kelompok usia 5-11 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa jenis kelamin laki- laki lebih banyak mengalami sumbatan serumen namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan serumen. Kelompok usia terbanyak mengalami sumbatan serumen adalah 12-16 tahun yang merupakan masa remaja, hal ini juga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan serumen.
Kata kunci: Serumen, Siswa Berkebutuhan Khusus, SLB, Sumbatan.
Ketersediaan
010810021700032 | 610/PUT/g | Perpustakaan Pusat | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing |
Informasi Detil
Judul Seri |
-
|
---|---|
No. Panggil |
610/PUT/g
|
Penerbit | Psku - FK Unjani : CIMAHI., 2017 |
Deskripsi Fisik |
-
|
Bahasa |
Indonesia
|
ISBN/ISSN |
-
|
Klasifikasi |
610
|
Tipe Isi |
text
|
Tipe Media |
digital
|
---|---|
Tipe Pembawa |
computer disc
|
Edisi |
-
|
Subyek | |
Info Detil Spesifik |
0032-TA/610/PUT/g/2017
|
Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain